A HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DAN SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS SAWIT SEBERANG LANGKAT SUMATERA UTARA 2023-2024
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DAN SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS SAWIT SEBERANG LANGKAT SUMATERA UTARA 2023-2024
DOI:
https://doi.org/10.46880/jkm.v17i1.5902Kata Kunci:
Diare Balita, Tingkat Pengetahuan Ibu, Sanitasi Lingkungan, Penyediaan Air Bersih, Pengelolahan Limbah Padat, Pengelolahan Limbah CairAbstrak
ABSTRAK
Penyakit diare masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Berdasarkan survei status gizi Indonesia 2020, prevalensi diare tercatat 9,8%. Berbagai faktor mempengaruhi timbulnya diare pada balita, di mana peran ibu sangat penting dalam pencegahan dan penanganan. Ibu yang memiliki pengetahuan tentang penyebab, gejala, dan pencegahan diare menjadi kunci dalam menjaga kebersihan dan mencegah penyakit. Tingkat pendidikan ibu juga berpengaruh, karena ibu berpendidikan lebih tinggi cenderung lebih mudah menerima informasi dan menerapkan langkah pencegahan. Dengan pengetahuan yang cukup, ibu dapat lebih teliti dalam merawat anaknya, mulai dari penyediaan air bersih hingga pengelolaan limbah, sehingga angka diare pada balita bisa berkurang. Kesimpulan: terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dan kualitas sanitasi lingkungan terhadap kejadian diare pada balita di Puskesmas Sawit Sebrang, Langkat, Sumatera Utara.




INDEKS
