FORMASI INTELEKTUAL DAN TRANSFORMASI SOSIAL DALAM MENGHADIRKAN PERUBAHAN KEHIDUPAN YANG NYATA DI TENGAH KONTEKS DUNIA GLOBAL
Suatu Pendekatan Roma 12: 2 Sebagai Dasar Teologis dan Perspektif Wesleyan Lensa Reflektif
Kata Kunci:
Formasi intelektual, transformasi sosial, Roma 12:2, teologi Wesleyan, globalisasiAbstrak
Artikel ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara formasi intelektual dan transformasi sosial dalam konteks global dengan berlandaskan Roma 12:2 serta perspektif teologi Wesleyan. Di tengah arus globalisasi yang menghadirkan tantangan berupa relativisme, individualisme, dan krisis nilai dan ekologis, pembaruan budi menjadi elemen kunci dalam membentuk respons iman yang relevan dan transformatif. Pembaharuan budi dalam perspektif Wesleyan bukan hanya perubahan pola pikir, tetapi juga perubahan orientasi hidup: dari berpusat pada diri menjadi berpusat pada Allah dan sesama, dan semua mahluk. Metode yang digunakan adalah studi literatur teologis dengan pendekatan reflektif-konstruktif. Hasil kajian menunjukkan bahwa formasi intelektual dalam iman Kristen tidak dapat dipisahkan dari pembaruan spiritual yang dikerjakan oleh Roh Kudus, serta harus bermuara pada tindakan sosial yang konkret. Dalam tradisi Wesleyan, sebagaimana ditegaskan oleh John Wesley melalui konsep “social holiness,” iman Kristen selalu memiliki dimensi sosial yang nyata. Oleh karena itu, transformasi sosial bukanlah aspek tambahan, melainkan konsekuensi inheren dari pembaruan budi. Artikel ini menegaskan bahwa gereja dan lembaga pendidikan teologi memiliki peran strategis dalam membentuk intelektualitas yang tidak hanya kritis, tetapi juga transformatif, sehingga mampu menghadirkan nilai-nilai Kerajaan Allah dalam dunia global.



