https://ejurnal.methodist.ac.id/index.php/jta/issue/feed Jurnal Teologi Anugerah 2025-12-27T15:37:11+07:00 Manimpan Hutasoit sttgmibandarbaru@methodist.ac.id Open Journal Systems <p>Teologi Anugerah adalah jurnal teologi yang diterbitkan secara tematis.Diharapkan jurnal ini menjadi medium tukar pikiran informasi dan riset ilmiah antara pakar dan pemerhati masalah-masalah Teologi di Indonesia</p> https://ejurnal.methodist.ac.id/index.php/jta/article/view/4765 ARTIFICIAL INTELEGENCE DAN GEREJA MEWUJUDKAN KESALEHAN SOSIAL DI ERA SOCIETY 5.0 BERDASARKAN ROMA 12:1-2 2025-12-27T15:22:55+07:00 Hasiholan Marulitua harahaphasiholan@gmail.com <p>Saat ini artificial intelegence menjadi sebuah trend yang baru dalam dunia Pendidikan,perkerjaan dan kesehatan. Semua orang mengunakanya,karena perkerjaan yang biasanya dilakukan manusia dapat memakan waktu yang lama dengan AI menjadi singkat. Ini menjadi sebuah tantangan bagi kita semua,secara khusus gereja dalam pelayananya. Karena di jaman society 5.0 gereja terimbas dengan pengaruh AI yang begitu kuat. pemanfaatan AI dalam pelayanan gereja menawarkan efisiensi dan akses yang lebih luas. Gereja dapat menjangkau daerah-daerah yang jauh,terpelosok dengan melakukan pelayanan live streaming dalam memberitakan Firman Tuhan,dan juga untuk melakukan pelayanan Pastoral konseling,kepada orang-orang yang membutuhkan pelayanan penggembalaan, dan doa kesembuhan,serta permohonan atas penghiburan dan kekuatan.berdasarkan hal ini kita akan melihat bagaimana gereja mewujudkan kesalehan social di era society 5.0 dengan berdasarkan Kitab Roma 12:1-2.</p> 2024-12-01T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Teologi Anugerah https://ejurnal.methodist.ac.id/index.php/jta/article/view/4766 ARTIFICIAL INTELLIGENCE DAN MASA DEPAN PENDIDIKAN TEOLOGI : TRANSFORMASI ATAU DISRUPSI? 2025-12-27T15:24:52+07:00 Heryanto Drheryantodth@gmail.com <p>Perkembangan <em>Artificial Intelligence</em> (AI) telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk dalam ranah pendidikan teologi. Teknologi ini menyediakan beragam potensi untuk meningkatkan mutu pembelajaran melalui penyesuaian materi secara individual, pemrosesan teks-teks keagamaan secara lebih mendalam, serta penyederhanaan tugas administratif. Meski demikian, penggunaannya perlu ditelaah secara teologis agar tidak menggeser nilai-nilai inti seperti spiritualitas, relasi antarpribadi, dan keutuhan iman. Penelitian ini menelaah sejauh mana AI dapat memenuhi kebutuhan dosen, mahasiswa, pemimpin gereja, dan pelayanan gereja. Jika dikelola dengan dasar iman dan kebijaksanaan rohani, <em>Artificial Intelligence</em> (AI) berpotensi menjadi sarana yang membangun karakter, memperkuat pertumbuhan spiritual, dan mendorong kepemimpinan gerejawi. Di tengah derasnya arus digitalisasi, pendidikan teologi dituntut untuk mampu mengintegrasikan teknologi secara reflektif dan berdasarkan nilai-nilai iman, agar tetap relevan dan berdampak di tengah perubahan zaman.</p> 2024-12-01T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Teologi Anugerah https://ejurnal.methodist.ac.id/index.php/jta/article/view/4767 TUGAS PANGGILAN GEREJA DALAM MEWUJUDKAN SOSIAL HOLINESS MELALUI PEMBINAAN JEMAAT DI TENGAH PERUBAHAN ZAMAN 2025-12-27T15:27:50+07:00 Mangatas Parhusip mangataspdt@gmail.com Nursinta Napitupulu mangataspdt@gmail.com Yulita Sitohang mangataspdt@gmail.com Zefanya Nelan Simanjorang mangataspdt@gmail.com Zefanya Rajagukguk mangataspdt@gmail.com <p>Penelitian ini mengkaji peran gereja dalam menghadapi tantangan perubahan zaman yang kompleks di era digital dan globalisasi. Salah satu aspek penting adalah <em>social holiness</em>, yaitu kekudusan yang berdampak sosial. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur dari pemikiran John Wesley, J. Verkuyl, dan teolog lainnya, penelitian ini menyoroti perlunya gereja mengadopsi metode pendidikan iman yang relevan, memanfaatkan teknologi, dan mengembangkan program sosial. Hasilnya menunjukkan bahwa gereja yang berorientasi pada <em>social holiness</em> tidak hanya berfokus pada ibadah, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan sosial, menjaga relevansi sambil mempertahankan nilai kekudusan dan kasih Kristiani.</p> 2024-12-01T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Teologi Anugerah https://ejurnal.methodist.ac.id/index.php/jta/article/view/4768 HIDUP BERSAMA DALAM KETERATURAN MENURUT FILIPI 2:5 SEBAGAI IMPLEMENTASI KESALEHAN SOSIAL DI ERA SOCIETY 5.0 2025-12-27T15:30:31+07:00 Selamat Karo-karo selamatkaro@gmail.com <p>&nbsp;Hidup bersama dalam keteraturan sesungguhnya adalah ciri / identitas kehidupan umat Tuhan dalam Kristus Yesus. Keteraturan dalam hidup bersama adalah juga bukti/ buah iman seseorang. Wesley berkata “ Iman sejati Tidak dapat dipisahkan dari perbuatan kasih dan keadilan sosial. Mengasih Allah secara otentik akan tercermin dalam kasih kepada sesama. Hidup bersama, berdampingan, salin peduli adalah bentuk kesalehan secara sosial. Inilah yang disebut oleh John Wesley <em>social holinnes. </em>Panggilan orang percaya tidak cukup pada kesalehan pribadi atau inner holliness tetapi juga harus tampak dalam tindakan nyata di dunia. Cinta akan keteraturan akan menciptakan suasana sosial yang harmonis, itulah jati diri pengikut Yesus Kristus. Jemaat di Filipi yang didirikan oleh Paulus, mengalami banyak tantangan dari dalam dan dari luar jemaat. Situasi dan kondisi sedemikian di tengah jemaat, Paulus memberikan nasihat agar&nbsp; jemaat memiliki sikap sehati sepikir, satu kasih, satu jiwa, satu tujuan dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau pujian yang sia sia. Betapa sulitnya menciptakan hidup bersama dalam keteraturan.</p> 2024-12-01T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Teologi Anugerah https://ejurnal.methodist.ac.id/index.php/jta/article/view/4769 KEKUDUSAN SOSIAL DALAM RELIGIUSITAS 2025-12-27T15:33:15+07:00 Dinson Saragih dinsonsaragih62@gmail.com <p>Dalam dunia realitas; khususnya kemasyarakatan dalam&nbsp; keberagamaan, mejadi pusat perhatian dalam umat yang religius. Itulah yang menjadi skopus pikir dan tindakan yang harus tampak dalam fenomena umat beragama. Dengan begitu, tulisan di sini mengangkat tema dalam skopus berpikir untuk direalisasikan dalam tidakan dengan Topik:&nbsp; Berteologi&nbsp;&nbsp; Artifisial&nbsp; Inteligence&nbsp; (Ai) Dalam&nbsp;&nbsp; Era&nbsp;&nbsp; Revolusi&nbsp;&nbsp; 5.0&nbsp;&nbsp; (Roma 12:1-2), dikaitkan dengan pemanfaatan Artifisial&nbsp; Inteligence&nbsp; (AI) dalam perkembangan Gereja untuk mewujudkan Kesalehan Sosial dalam Era Revolusi&nbsp; 5.0.</p> 2024-12-01T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Teologi Anugerah https://ejurnal.methodist.ac.id/index.php/jta/article/view/4770 AI DALAM GEREJA: Pemanfaatannya Mewujudkan Kesalehan Sosial di Era Society 5.0 dengan Dasar Teologi Roma 12:1-2 2025-12-27T15:34:59+07:00 Manimpan Hutasoit manimpanhutasoit12@gmail.com <p>Artificial Intelligence&nbsp;(AI) atau Kecerdasan Buatan memiliki peran sentral dalam era&nbsp;society 5.0&nbsp;yaitu konsep yang menggambarkan masyarakat yang terintegrasi secara sempurna dengan teknologi digital, di mana&nbsp;AI&nbsp;memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan mencapai keberlanjutan sosial. Teknologi kecerdasan buatan (AI) dianggap sebagai teknologi yang sangat penting dalam mencapai tujuan Society 5.0. Tulisan di sini dibuat untuk mengetahui pemanfaatan kecerdasan buatan dalam mewujudkan Society 5.0 dengan memanfaatkannya dalam Gereja. &nbsp;Dalam tulisan ini diuraikan peran penting teknologi AI dalam mewujudkan Society 5.0, serta tantangan dan peluang penggunaannya. Penelitian ini memiliki implikasi bagi gereja, khususnya Gereja Methodist Indonesia (GMI) dalam mewujudkan kesalehan sosial di era society 5.0 dengan dasar teologis Kitab Roma 12: 1-2</p> 2024-12-01T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Teologi Anugerah https://ejurnal.methodist.ac.id/index.php/jta/article/view/4771 MANIFESTASI ALLAH KEPADA MANUSIA: KAJIAN ATAS PERNYATAAN UMUM DAN KHUSUS 2025-12-27T15:37:11+07:00 Frengky Marpaung frengkytheo@gmail.com Rencan Carisma Marbun rencaris72@gmail.com <p>Penyataan Tuhan merupakan tema sentral dalam studi teologi sistematik yang menelaah cara Tuhan mengungkapkan diri-Nya kepada manusia. Penyataan dibedakan menjadi dua kategori utama: penyataan umum dan penyataan khusus. Penyataan umum mengacu pada manisfestasi sifat dan keberaan Tuhan melalui ciptaan, akal budi, serta pengalaman moral manusia, sedangkan penyataan khusus terjadi melalui wahyu supranatural yang terwujud dalam kitab suci, peristiwa historis, dan pribadi-pribadi yang dipilih. Penyataan umum menunjukkan keberadaan dan sifat dasar Tuhan kepada semua manusia, sedangkan penyataan khusus mengungkapkan kehendak, rencana keselamatan, dan kebenaran-kebenaran rohani yang tidak dapat diketahui hanya melalui akal.</p> 2024-12-01T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Teologi Anugerah