KEBEBASAN DALAM KRISTUS (GALATIA 5:1)
Kata Kunci:
Hukum Taurat, kemerdekaan, perbudakan dan kasih Kristus,Abstrak
Penelitian ini menyajikan analisis eksegetis-teologis mendalam terhadap Galatia 5:1, yang berfungsi sebagai jantung dan klimaks dari seruan Rasul Paulus kepada jemaat Galatia untuk mempertahankan kemerdekaan Injil. Tesis utama yang dipertahankan adalah bahwa kebebasan dalam Kristus adalah pembebasan definitif dari tuntutan Hukum Taurat sebagai sistem untuk pembenaran, dan pembebasan ini berfungsi sebagai panggilan etis yang mulia untuk menolak lisensi, melainkan untuk melayani sesama dalam kasih yang dipimpin oleh Roh Kudus. Melalui metodologi eksegetis, penelitian ini mengidentifikasi kontras tajam antara ἐλευθερίᾳ (eleutheria, kemerdekaan) yang diperoleh melalui karya Kristus yang telah selesai, dan ζυγῷ δουλείας (zugo douleias, kuk perhambaan) yang diwakili oleh legalisme Yudaisasi. Penelitian ini menemukan bahwa imperatif “berdirilah teguh” menuntun orang percaya kepada Hukum Kristus (nomos Christou)—yang adalah kasih.



