TINJAUAN ETIKA KRISTEN TERHADAP PERAN KONTEN KREATOR DI ERA DIGITAL BERDASARKAN KONSEP IMAGO DEI
Kata Kunci:
Etika Kristen, Media Sosial, konten KreatorAbstrak
Kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam cara manusia berkomunikasi, berinteraksi, dan mengekspresikan diri. Munculnya fenomena konten kreator memberi peluang baru bagi siapa pun untuk membangun pengaruh, dikenal luas, bahkan memperoleh pendapatan. Namun, realitas ini juga menghadirkan persoalan etis ketika upaya mengejar popularitas membuat sebagian orang mengabaikan nilai moral dan menampilkan konten yang tidak pantas, sensasional, serta merendahkan martabat manusia. Dalam tulisan ini penulis mengunakan Metode kualitatif, dengan memberi fokus utama pada studi literatur. Hal ini penulis anggap karena dinilai paling sesuai untuk membantu peneliti memperoleh data yang relevan dan dapat dipercaya terkait topik kajian. Seperti kita ketahui metode kualitatif menekankan pengumpulan informasi dari penelitian-penelitian terdahulu serta dari berbagai buku yang memiliki bahasan serupa. Karena itu pendekatan ini diharapkan dapat membantu penulis untuk menghasilkan temuan yang bermutu serta mendukung pembahasan dalam penelitian ini. Dalam situasi ini, etika Kristen menjadi kerangka penting untuk menuntun umat menghadapi dunia digital secara bijaksana. Melalui konsep Imago Dei, manusia dipahami sebagai ciptaan Allah yang memiliki nilai dan martabat, serta bertanggung jawab untuk mencerminkan karakter-Nya dalam setiap aspek kehidupan, termasuk aktivitas online. Tulisan ini menguraikan etika Kristen sebagai pedoman hidup yang bersumber pada Alkitab dan teladan Yesus. Nilai-nilai seperti kekudusan hidup, moralitas Kristiani, integritas, serta penghargaan terhadap tubuh sebagai bait Roh Kudus menjadi dasar utama dalam menghadapi berbagai tekanan moral di dunia digital, seperti hedonisme, pornografi, kekerasan verbal, dan pencarian sensasi. Etika Kristen menegaskan bahwa pikiran, perkataan, tindakan, dan ekspresi diri termasuk melalui media social harus digunakan untuk memuliakan Tuhan. Karena itu, kajian ini menegaskan pentingnya penerapan nilai-nilai Kristen dalam penggunaan teknologi agar umat percaya tetap menjaga integritas, memberikan kesaksian yang baik, dan menjadi terang dalam budaya digital yang penuh tantangan dan godaan.



