Implementasi Metode K-Means Pada Sistem Penjualan Suku Cadang di PT. Miduk Artha
Implementasi Metode K-Means Pada Sistem Penjualan Suku Cadang di PT. Miduk Artha
Kata Kunci:
Sistem Penjualan, Suku Cadang, K-Means, ClusteringAbstrak
Pengelolaan penjualan suku cadang di PT. Miduk Artha selama ini menghadapi berbagai kendala akibat sistem penjualan manual yang belum terintegrasi dengan baik. Permasalahan utama meliputi keterlambatan pencatatan transaksi, kesulitan dalam memantau stok, serta ketidakmampuan dalam menganalisis pola penjualan produk. Kondisi ini berdampak pada kurang optimalnya pengambilan keputusan strategis terkait manajemen persediaan dan pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem informasi penjualan yang terkomputerisasi dengan mengintegrasikan metode K-Means Clustering guna menganalisis pola penjualan suku cadang. Sistem yang dikembangkan mencakup modul penjualan untuk proses transaksi harian dan modul admin untuk manajemen data serta analisis. Metode K-Means diterapkan untuk mengelompokkan 195 produk suku cadang berdasarkan data penjualan tahun 2020–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi penjualan berhasil dibangun dengan fitur yang lengkap dan mampu menangani seluruh siklus penjualan secara efektif. Penerapan metode KMeans menghasilkan tiga cluster produk, yaitu Cluster 1 (Tinggi) terdiri dari 10 produk unggulan dengan rata-rata penjualan 117,95 unit per tahun, Cluster 2 (Sedang) mencakup 72 produk dengan rata-rata 61,52 unit per tahun, dan Cluster 3 (Rendah) berisi 113 produk dengan rata-rata 29,71 unit per tahun. Hasil clustering ini memberikan panduan yang berharga bagi manajemen dalam menyusun strategi pengelolaan persediaan dan pemasaran yang lebihtepat sasaran berdasarkan performa aktual setiap kategori produk.




