Klasifikasi Permintaan Keripik Nenas Di PT Agritek Desa Indonesia Sipahutar Menggunakan Algoritma Random Forest Berdasarkan Bahan Baku
Abstrak
Keripik nenas merupakan produk olahan buah nenas yang memiliki daya simpan lebih lama dibandingkan nenas segar, namun tetap memiliki batas kedaluwarsa sehingga perencanaan produksi yang tepat menjadi hal yang penting. PT Agritek Desa Indonesia (AGDIN) Sipahutar menghadapi permasalahan berupa fluktuasi permintaan pasar dan keterbatasan ketersediaan bahan baku, sehingga diperlukan metode yang mampu membantu dalam mengklasifikasikan permintaan keripik nenas secara akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan algoritma Random Forest dalam mengklasifikasikan permintaan keripik nenas berdasarkan variabel produksi dan bahan baku. Data penelitian menggunakan periode Oktober 2023 hingga Mei 2025 dengan total 87 data permintaan dan bahan baku (dalam kilogram). Pengujian model dilakukan menggunakan tiga skenario pembagian data, yaitu 80:20, 70:30, dan 60:40. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma Random Forest mampu menangkap hubungan non-linear antara produksi dan ketersediaan bahan baku dalam mengklasifikasikan permintaan. Nilai akurasi yang diperoleh masing-masing sebesar 83% pada pembagian 80:20, 85% pada pembagian 70:30, dan 89% pada pembagian 60:40, dengan nilai F1-Score berada pada rentang 0,82 hingga 0,90. Selain itu, nilai cross-validation 5-fold sebesar 0,6771 menunjukkan bahwa model memiliki tingkat kestabilan yang cukup baik. Berdasarkan pola yang terbentuk, permintaan cenderung meningkat ketika produksi dan bahan baku berada pada kategori tinggi, serta menurun pada kondisi produksi dan bahan baku kategori sedang atau rendah. Dengan demikian, algoritma Random Forest terbukti efektif sebagai alat bantu pengambilan keputusan dalam perencanaan produksi dan pengadaan bahan baku keripik nenas di PT AGDIN Sipahutar




