https://ejurnal.methodist.ac.id/index.php/mjchs/issue/feed Methodist Journal of Community Services on Health Sciences (MJCHS) 2026-02-23T14:59:01+07:00 Open Journal Systems <p>Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakutlas Kedoketeran Universitas Methodist Indonesia</p> https://ejurnal.methodist.ac.id/index.php/mjchs/article/view/4852 PROMOSI KESEHATAN ‘DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) 2025-10-30T15:34:34+07:00 adminmjchs adminmjchs adminmjchs@methodist.ac.id Paul Tobing ptobink@gmail.com Ivonne Situmeang ptobink@gmail.com Maestro Simanjuntak ptobink@gmail.com Suryati Sinurat ptobink@gmail.com Andreas Silalahi ptobink@gmail.com Monika Patrisia ptobink@gmail.com Vina Geraldine ptobink@gmail.com Berta Junidar ptobink@gmail.com Niades Naomica ptobink@gmail.com Mutiara Simamora ptobink@gmail.com Tuan Apri Situmorang ptobink@gmail.com Merlyn Sinurat ptobink@gmail.com Naomi Angelita Pakpahan ptobink@gmail.com Rut Bayu Maretta ptobink@gmail.com <p>Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue yang<br>ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penyakit ini menjadi salah satu<br>masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia.<br>Remaja menjadi salah satu kelompok rentan karena sering terpapar lingkungan berisiko, seperti sekolah<br>dan tempat berkumpul. Promosi kesehatan ini bertujuan untuk mengedukasi faktor risiko, gejala klinis,<br>dan penanganan DBD pada remaja, serta mengevaluasi efektivitas upaya pencegahan di lingkungan<br>sekolah dan rumah. Kurangnya pemahaman tentang pencegahan, rendahnya kesadaran akan gejala<br>awal, dan minimnya penerapan 3M (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang) menjadi faktor utama<br>meningkatnya kasus DBD pada remaja. Kesimpulannya, intervensi edukasi kesehatan berbasis<br>komunitas dan pemberdayaan remaja memainkan peran penting dalam menurunkan insidensi DBD.<br>Disarankan adanya kerjasama lintas sektor untuk meningkatkan program pengendalian nyamuk, serta<br>kampanye peningkatan kesadaran di kalangan remaja dan orang tua untuk mencegah penyebaran DBD<br>lebih lanjut.</p> 2025-12-30T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2025 MJCHS https://ejurnal.methodist.ac.id/index.php/mjchs/article/view/5223 PENYULUHAN INFEKSI SALURAN KEMIH PADA SISWA SISWI SMA METHODIST 4 KOTA MEDAN 2026-02-23T12:12:57+07:00 adminmjchs adminmjchs adminmjchs@methodist.ac.id Evirosa Juliartha Simanjuntak evirosadr@yahoo.com Renatha Nita Hadameon Nainggolan evirosadr@yahoo.com Ronald Tunggul Hotmarojahan Tambunan evirosadr@yahoo.com Salomo Garda Utama Simanjuntak evirosadr@yahoo.com Sanggam Bangun Hutagalung evirosadr@yahoo.com Surjadi Rimbun evirosadr@yahoo.com Chanrico Panjaitan evirosadr@yahoo.com Wibe Zega evirosadr@yahoo.com Indry Simatupang evirosadr@yahoo.com Hana Sinulingga evirosadr@yahoo.com Gery Yohanes evirosadr@yahoo.com Nathalin Sinaga evirosadr@yahoo.com Maria Pratiwi evirosadr@yahoo.com Githa Sitanggang evirosadr@yahoo.com Angelia Saragih evirosadr@yahoo.com Cindy Yurika evirosadr@yahoo.com <p>Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah kondisi infeksi pada sistem saluran kemih yang ditandai dengan<br>keberadaan mikroorganisme dalam urine. Infeksi dapat terjadi di seluruh bagian saluran kemih,<br>termasuk uretra (uretritis), kandung kemih (sistitis), ureter, dan ginjal (pielonefritis). Kegiatan<br>penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa-siswi di SMA Methodist 4 medan<br>untuk memahami tentang infeksi saluran kemih baik dari faktor resiko, gejala awal, komplikasi, serta<br>pencegahan.Metode pada kegiatan ini yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan. Melakukan<br>penyuluhan di sekolah untuk memperkenalkan dan memberikan pemahaman ke siswa siswi sejak dini<br>mengenai Infeksi Saluran Kemih yang penting untuk meningkatkan kesadaran, pencegahan, dan<br>deteksi dini kondisi ini.Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 13.00 WIB pada hari Selasa tanggal 26<br>November 2024. Peserta yang mengikuti penyuluhan sebanyak 22 peserta terdiri dari 10 orang laki-<br>laki (45%) dan 12 orang Perempuan (55%). Hasil dari kegiatan penyuluhan ini menunjukkan bahwa<br>edukasi tentang Infeksi Saluran Kemih (ISK) dapat menambah informasi dan meningkatkan<br>pengetahuan peserta. Juga diketahui bahwa setelah siswa-siswi diberikan edukasi, terjadi<br>peningkatan pengetahuan siswa terkait infeksi saluran kemih yang meliputi definisi, etiologi, faktor<br>resiko, dan upaya pencegahan.</p> 2025-12-30T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2025 MJCHS https://ejurnal.methodist.ac.id/index.php/mjchs/article/view/4853 PENYULUHAN PENCEGAHAN DEMAM TIFOID PADA SISWA SISWI SMAS BAYU PERTIWI KECAMATAN 2025-10-30T16:05:19+07:00 adminmjchs adminmjchs adminmjchs@methodist.ac.id Julenda Sebayang julendasby_kampus@yahoo.com Adrian Khu julendasby_kampus@yahoo.com Edwin Anto Pakpahan julendasby_kampus@yahoo.com Laura Octavina Siagian julendasby_kampus@yahoo.com Elizabeth Septianur Girsang julendasby_kampus@yahoo.com Harry Butar-butar julendasby_kampus@yahoo.com Mawar Gloria Tarigan julendasby_kampus@yahoo.com Cindy Zega julendasby_kampus@yahoo.com Febby Marbun julendasby_kampus@yahoo.com Alexchandra Haloho julendasby_kampus@yahoo.com Frans Zendrato julendasby_kampus@yahoo.com Nicholas Girsang julendasby_kampus@yahoo.com Kristin Siburian julendasby_kampus@yahoo.com Melenisa Tarigan julendasby_kampus@yahoo.com Petra Patobing julendasby_kampus@yahoo.com <p>Demam tifoid adalah infeksi bakteri yang disebabkan oleh Salmonella typhi. Penyakit ini terutama<br>menyerang sistem pencernaan dan dapat menyebar ke aliran darah. Kegiatan penyuluhan ini<br>bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa-siswi di SMAS Bayu Pertiwi Kecamatan Sunggal,<br>Kabupaten Deli Serdang untuk meningkatkan pengetahuan tentang penyebab, gejala, cara penularan,<br>komplikasi, dan pencegahan demam tifoid. Metode pada kegiatan penyuluhan yang digunakan berupa<br>poster. Melakukan penyuluhan di sekolah untuk memperkenalkan dan memberikan pemahaman ke<br>siswa siswi sejak dini mengenai demam tifoid yang penting untuk untuk meningkatkan kesadaran<br>mengenai faktor risiko penyakit ini dan mendorong mereka untuk menjaga gaya hidup sehat. Kegiatan<br>ini berlangsung mulai pukul 11.00 WIB pada hari Kamis, tanggal 28 November 2024. Peserta yang<br>mengikuti penyuluhan sebanyak 28 peserta. Hasil dari kegiatan penyuluhan ini menunjukkan bahwa<br>edukasi demam tifoid dapat menambah informasi dan meningkatkan pengetahuan peserta. Juga<br>diketahui bahwa setelah siswa-siswi diberikan edukasi, terjadi peningkatan pengetahuan siswa terkait<br>demam tifoid.</p> 2025-12-30T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2025 MJCHS https://ejurnal.methodist.ac.id/index.php/mjchs/article/view/4800 PENYULUHAN PENGARUH MAKANAN DAN MINUMAN BERPEMANIS PADA KASUS GAGAL GINJAL AKUT 2025-10-20T16:12:20+07:00 Novrina Situmorang novrinasitumorang@ymail.com Julijamnasi novrinasitumorang@ymail.com Evirosa Simanjuntak novrinasitumorang@ymail.com Paul Tobing novrinasitumorang@ymail.com Adrian Khu novrinasitumorang@ymail.com Riama Dame Simanjuntak novrinasitumorang@ymail.com Desara Astrit novrinasitumorang@ymail.com Erina Grace novrinasitumorang@ymail.com Ruth Adela novrinasitumorang@ymail.com Frans Demus novrinasitumorang@ymail.com Marcella novrinasitumorang@ymail.com Samuel Christopel novrinasitumorang@ymail.com Puja novrinasitumorang@ymail.com Larasaty novrinasitumorang@ymail.com Vilia Marina novrinasitumorang@ymail.com <p><em>Gagal ginjal akut (GGA) adalah kondisi medis serius yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan memengaruhi fungsi ginjal, termasuk pada usia remaja. Salah satu faktor yang diduga berkontribusi adalah konsumsi makanan dan minuman berpemanis yang tinggi di kalangan siswa SMA. Kandungan gula yang berlebihan dalam produk ini dapat menyebabkan gangguan metabolik, seperti resistensi insulin, hipertensi, stres oksidatif, dan pembentukan batu ginjal, yang semuanya meningkatkan risiko kerusakan ginjal akut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh konsumsi makanan dan minuman berpemanis terhadap insiden GGA pada siswa SMA. Metode penelitian melibatkan survei pola konsumsi makanan berpemanis, serta analisis fungsi ginjal menggunakan biomarker seperti kreatinin dan laju filtrasi glomerulus (GFR). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingginya asupan gula tambahan dengan peningkatan risiko GGA. Studi ini menyoroti perlunya edukasi gizi, pengawasan pola makan, serta pembatasan konsumsi gula di lingkungan sekolah untuk mengurangi risiko gangguan ginjal di kalangan remaja.</em></p> 2025-12-30T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2025 MJCHS https://ejurnal.methodist.ac.id/index.php/mjchs/article/view/4854 PENYULUHAN PENCEGAHAN SCABIES PADA SISWA SISWI SMAS SANTO THOMAS 2 MEDAN 2025-10-30T16:19:01+07:00 adminmjchs adminmjchs adminmjchs@methodist.ac.id Juliyanti Tarigan yantitarigan79@gmail.com Menang Bastanta Tarigan yantitarigan79@gmail.com Suryati Sinurat yantitarigan79@gmail.com Budi Jefri Panjaitan yantitarigan79@gmail.com Erika Panjaitan yantitarigan79@gmail.com Harry Christama Simanjuntak yantitarigan79@gmail.com Dina Martalena Hia yantitarigan79@gmail.com Iqera Miranda Theresa Nainggolan yantitarigan79@gmail.com Ariska Febriani Simamora yantitarigan79@gmail.com Sailitha Maitrie yantitarigan79@gmail.com Maria Fransiska Simanullang yantitarigan79@gmail.com Dini Simanjuntak yantitarigan79@gmail.com Frans Kurnia Zalukhu yantitarigan79@gmail.com Joice Reenesty Chrisianta Ambarita yantitarigan79@gmail.com Lasma Uli Yohana Febriyanti Sitepu yantitarigan79@gmail.com K. Lawerisa S yantitarigan79@gmail.com Risma Berkati yantitarigan79@gmail.com <p>Skabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infestasi tungau<br>Sarcoptes scabiei. Penyakit ini umum terjadi di lingkungan dengan tingkat kepadatan<br>tinggi, seperti sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas<br>penyuluhan kesehatan tentang pencegahan dan pengendalian skabies pada siswa Sekolah<br>Menengah Atas (SMA). Penyuluhan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan<br>kesadaran siswa mengenai skabies dan pentingnya menjaga kebersihan pribadi. Penelitian<br>ini merekomendasikan agar kegiatan serupa dilakukan secara rutin untuk mengurangi<br>prevalensi skabies di lingkungan sekolah.</p> 2026-02-23T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2025 MJCHS