PENYULUHAN UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGANAN SARAF TERJEPIT PADA USIA DEWASA DI GEREJA PANTEKOSTA TABERNAKEL KRISTUS GEMBALA PANCI KECAMATAN MEDAN PETISAH KOTA MEDAN

Penulis

  • adminmjchs adminmjchs
  • Alexander P Marpaung Universitas Methodist Indonesia
  • Juliyanti Tarigan Universitas Methodist Indonesia
  • Menang Bastanta Tarigan Universitas Methodist Indonesia
  • Suryati Sinurat Universitas Methodist Indonesia
  • Budi Jefri Panjaitan Universitas Methodist Indonesia
  • Erika Panjaitan Universitas Methodist Indonesia
  • Harry Christama Simanjuntak Universitas Methodist Indonesia
  • Emiliana Krisdayanti Herwanto Universitas Methodist Indonesia
  • Yesi Oktaviani Br Singarimbun Universitas Methodist Indonesia
  • Gresya M. Purba Universitas Methodist Indonesia
  • Angelia Christine Br Situmorang Universitas Methodist Indonesia
  • Ester Yesyurun Sitohang Universitas Methodist Indonesia
  • Laura Veronika Universitas Methodist Indonesia
  • Novita Yanti Br Silalahi Universitas Methodist Indonesia
  • Gabriella Br Simbolon Universitas Methodist Indonesia
  • 6Belinda Putri Lombu Universitas Methodist Indonesia
  • Annise Norenta Universitas Methodist Indonesia
  • Yuni Owada Manullang Universitas Methodist Indonesia

Kata Kunci:

Saraf terjepit, Penyuluhan kesehatan, Pencegahan, Penanganan

Abstrak

Saraf terjepit merupakan kondisi ketika saraf mengalami tekanan oleh jaringan di sekitarnya sehingga menimbulkan nyeri, kesemutan, kelemahan otot, serta gangguan fungsi tubuh. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan jemaat di Gereja Pantekosta Tabernakel Kristus Gembala Panci, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan mengenai penyebab, gejala, komplikasi, pencegahan, dan penanganan saraf terjepit. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pemaparan materi, diskusi interaktif, serta penggunaan media penyuluhan berupa PowerPoint dengan alat bantu presentasi proyektor. Kegiatan dilaksanakan pada hari Minggu, 09 November 2025 mulai pukul 11.00 WIB dan diikuti oleh 31 peserta. Penyuluhan dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dewasa mengenai pentingnya menjaga kesehatan tulang belakang dan saraf guna mengurangi risiko terjadinya saraf terjepit dalam aktivitas sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai saraf terjepit, mulai dari faktor risiko hingga langkah pencegahannya. Peserta juga lebih memahami pentingnya pola hidup sehat, postur tubuh yang benar, serta aktivitas fisik yang aman untuk menjaga fungsi saraf dan tulang belakang.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-31